Jumat, 01 Mei 2020

PEMERIKSAAN FERITIN DAN TIBC


TUGAS HEMATOLOGI III
“ PEMERIKSAAN FERITIN DAN TIBC“
IMG-20190326-WA0004

NAMA            : NURAIN DIAN YAPONO
NIM                : 18 3145 353 101
KELAS           : 2018 C



PROGRAM STUDI DIV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
FAKULTAS FARMASI, TEKNOLOGI RUMAH SAKIT DAN INFORMATIKA
UNIVERSITAS MEGAREZKY
MAKASSAR
2020



A.PEMERIKSAAN TIBC
Pemeriksaan TIBC adalah tes untuk  mengukur jumlah total besi yang terikat oleh protein transferin dalam darah. Tes TIBC adalah pengukuran tidak langsung dari ketersediaan transferin.
1. Pra Analitik
a. Persiapan pasien: Menghentikdan terapi oral Fe sedikitnya 12 jam sebelum pengambilan darah.
b. Persiapan sampel: Hindari terjadinya hemolisis.
c. Metode: Saturasi
d. Prinsip: TIBC dievaluasi setelah saturasi transferin oleh larutan besi dan kelebihan besi akan diabsorpsi oleh magnesium hydroxide carbonate. Setelah dicentrifuge, konsentrasi besi dalam supernatan diukur.
e. Alat dan bahan
1) Alat:
a) Sendok tanduk
b) Centrifuge
c) Tabung reaksi
d) Stopwatch
e) Spektrofotometer
2) Bahan: 
a) Sampel serum plasma heparin
b) Reagen R1 (Iron Saturating Solution 500 ug/dl)
c) Reagen R2 (magnesium hydroxide carbonate 100 mg)
d) Larutan kromogen (25 mg ferrozine dalam 100 ml sodium acetate 1,5 mol/l)
e) Protein presipitant (45 ml HCL 1 mol/l + 5 ml larutan trichloracetic acid 6,1 mol/l + 200 mg ascorbic acid)
f)  Larutan standar (200 ul HCL 2 mol/l dalam 22,1 ml deionized water + 100 ul larutan standar besi (1000 ug Fe/ml dalam 1% HCL)
g) Iron free water                              
2. Analitik
Prosedur Kerja:
a. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b. Dimasukan 1 ml reagen R1.
c. Ditambahkan 0,5 ml sampel.
d. Ditambahkan 1 sendok takar reagen R2.
e. Dinkubasi selama 20 menit, sekali-sekali dikocok.
f. Dicentrifuse dengan kecepatan 3000 rpm selama 10 menit.
g. Diambil supernatan.
h. Diperiksa supernatan dengan perbandingan 1:3 (1 bagian supernatan dan 3 bagian reagen).
i. Dimasukan 0,5 ml larutan kromogen dan 0,5 ml supernatan pada tabung 1.
j. Dimasukan 0,5 ml larutan kromogen dan 0,5 ml larutan standar ditambah  protein presipitant pada tabung 2.
k. Dimasukan 0,5 ml larutan kromogen dan 0,5 ml iron free water ditambah   protein presipitant pada tabung 3.
l. Diinkubasi selama 10 menit.
m.Dibaca absorbans menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 562 nm.
3. Pasca Analitik
Nilai normal:
Wanita   : 2,1-3,4 mg/l (37,6-60,9 umol/l)
Pria       : 2,6-3,9 mg/l (46,5-69,8 umol/l)

B. PEMERIKSAAN FERRITIN
Feritin merupakan protein yang berperan penting dalam penyimpanan zat besi dalam tubuh dan dapat menggambarkan kondisi simpanannya dalam jaringan. Kadar serum feritin yang rendah menunjukkan orang tersebut dalam kondisi anemia gizi.
1. Pra Analitik
a. Persiapan pasien: Tidak mengonsumsi suplemen zat besi 24 jam sebelum pengambilan darah.
b. Persiapan sampel: Bahan darah beku setelah dibiarkan membeku selama 20 menit  pada suhu ruangan, dilakukan sentrifugasi dengan kecepatan 3000 rpm selama 20 menit, serum dipisahkan dan dimasukkan ke dalam  tabung plastik (aliquot) 1 ml. 
c. Metode: Electrochemiluminescence Immunoassay (ECLIA)
d. Prinsip: Terbentuknya suatu reaksi kimia atau suatu kompleks cahaya. Kompleks antigen antibodi berdasarkan prinsip sandwich dan kompetitif. Kompetitif dipakai untuk menganalisis substrat yang mempunyai berat molekul yang kecil. Sedangkan prinsip sandwich digunakan untuk substrat dengan berat molekul yang besar. Reaksi electrochemiluminescent terjadi pada saat label telah terikat dan misi cahaya akan dihitung melalui tabung fotomultiplier.
e.  Alat dan bahan     
1) Alat
a) Centrifuge
b) Tabung reaksi
c)  Cell pengukur
d)  Procell
e)  Photomultiplier
2) Bahan:
a) Sampel darah serum
b) Antibodi spesifik feritin  monoclonal biotinylasi
c) Antibody spesifik feritin
d) Reagen Barcode
2. Analitik
Prosedur Kerja:
a. Dimasukan 10 ul sampel, antibodi spesifik feritin  monoclonal biotinylasi, dan antibody spesifik feritin yang dilabel dengan komplek ruthenium membentuk kompleks sandwich kemudian diinkubasi.
b. Setelah ditambahkan mikropartikel yang dilapisi streptavidin, komplek yang terbentuk berikatan dengan fase solid melalui interaksi biotin dengan streptavidin.
c. Campuran reaksi diaspirasi dalam cell pengukur dimana mikropartikel secara magnetic ditangkap pada permukaan elektroda.
d. Substansi yang tidak berikatan dibuang melalui Procell.
e. Aplikasi voltase (tegangan) pada elektroda kemudian menginduksi emisi chemiluminescent yang diukur oleh photomultiplier.
f. Hasil ditetapkan melalui kurva kalibrasi yang merupakan instrument yang dihasilkan secara khusus oleh kalibrasi 2 titik dan master kurva dihasilkan melalui reagen barcode. 
3. Pasca Analitik
Nilai Normal:
a. Pria                     : 18-270 mcg/L.
b. Wanita                 : 18-160 mcg/L.
c. Anak-anak            : 7-140 mcg/L.
d. Bayi 1-5 bulan      : 50-200 mcg/L.
e. Bayi baru lahir      : 25-200 mcg/L.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar